Senin, 28 September 2015

Asal Muasal Tulude

TULUDE adalah salah satu ritual yang dilakukan oleh masyarakat Sangihe Yang dilaksanakan secara rutin setiap tahunnya sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta yg telah menganugerahkan isi semesta alam.
Brury Lahinda mengisahkan bahwa sekitar abad 17 nenek moyang Sangihe-Talaud percaya adanya arwah roh halus (Kabanasa) untuk dijadikan teman bahkan pelindung.
Sehingga dengan kepercayaan itu setiap pergantian tahun pada tengah malam dengan menyediakan sesajen berupa makanan, benda berharga, hewan bahkan manusia wajib di berikan untuk dijadikan tumbal agar tidak terjadi bencana alam atau wabah penyakit dengan membacakan mantra "BAWERA".
Setelah masuknya agama kepercayaan kpd Tuhan Yang Maha Esa, ritual tersebut tidak lagi menggunakan setahun manusia.
Dan hingga saat ini ritual Tulude masih dilakukan di Sangihe sebagai bentuk ucapan syukur Kepada Tuhan atas berkat dan keselamatan yang diberikan-Nya..

Kamis, 24 September 2015

Beda Warna dalam Hidup

Assalamualaikum..
Salam Sejahtera..

Maaf sebelumnya bukannya bermaksud untuk mencelah atau menyinggung perasaan pihak agama ras atau suku tertentu. Saya sendiri juga kaget melihat postingan ini. Terus terang saja saya dari kaum Nasrani. Tapi buat saya agama apapun yang saya peluk itu adalah sama saja, tinggal pribadi kita sendirilah yang harus kita atur, toh pada akhirnya nya setiap dari masing-masing-masing kita pada akhirnya akan kembali ke Sang Pencipta sendiri.
Lewat postingan ini saya akan mengambil kesimpulan soal postingan yang saya temukan ini.

I. Hidup di dunia sudahlah pasti akan ada banyak perbedaan sejak dari dulu itupun sudah diakui oleh semua umat manusia di dunia

II. Justru karena perbedaan inilah manusia itu sendiri di perhatikan, namun sayang karena keegoisan manusia terkadang kita sering mengabaikan nilai-nilai positif terutama rasa kepedulian akan sesama hanya karena perbedaan ras, suku bangsa bahkan agama.

III. Apapun yang ada dalam hidup setiap insan manusia itu adalah bagian dan kehendak dari rencana sang Pencipta, kita tidaklah perlu mempermasalahkan mana yang seharusnya kita pegang atau peluk, kehidupan manusia di dunia ini hanya untuk sementara jadi buat apa kita mempermasalahkan sebuah perbedaan, mana yang benar, mana yang salah?

IV. Pencipta menguji setiap manusia dengan perbedaan, apakah umat dunia ini bisa atau mampu saling menghargai, saling mendukung, bahkan saling mengasihi dalam sebuah perbedaan, itulah alasan mengapa Pencipta membuat sebuah perbedaan.

V. Dari sebuah perbedaanlah akan terlihat keindahan warna hidup manusia itu sendiri, secara pribadi saya berani berkata bahwa sedangkan manusia menikmati keindahan warna hidup apalagi Sang Maha Pencipta, sudah tentu DIA menikmati keindahan warna hidup dunia ini terlebih jika kita sebagai manusia menunjukkan warna hidup dengan menghargai dan menghormati sesama kita dengan tanpa memandang bulu.
Thanks.

Minggu, 06 September 2015

KERESAHAN HATI SANG ALAM

Suara hati dari sang alam semestaku
Mendambakan hidup penuh makna darimu
Kegersangan menampakkan wajah garang sang alam
Gunung dan bukitpun tak ingin bersahabat

Dimanakah nurani, rasa hormat yang dulu?

Engkau yang mengabaikan keindahan rupaku
Rumah dimana engkau bersemayam dalam pedihmu.
Kegilaanmu menghancurkan kesejukkan sang alam
Tanah dan airpun tak inginkan sahabat.


Kisah Si Gadis Malam

Entah apa yang ada dipikirkanmu
Harga diri tak bermakna bagimu
Tak kau hiraukan bisikan nuranimu
Asalkan puas dahaga libido pria belangmu

Kata kasar dan cacian adalah makanan
Asal hidupmu tak berkekurangan
Perasaanmu gundah dalam kesedihan
Air mata bukan lagi alasan untukmu bersedih

Tak ada yang ingin tahu isi pikiranmu
Kesejukkan mereka mau dari pesona tubuhmu
Berhenti bukan pilihan untuk berlari dari kenyataan
Asalkan hidup berkecukupan itu bahagia yang kau dambakan..

Sahjada untuk gadis malam..

Kerinduan Sang Kekasih

Fajar menyingsingkan sejuk dalam jiwa
Merindukan permata yang berbinar
Rindu membara kepada sang dewi cinta
Berpadu mengalunkan melodi dawai gitar

    Syahdu meresap dalam sanubari jiwa
    Menghantarkan rindu kepada sang dewi
    Janjimu terlukis indah dalam relung jiwa
    Membebaskan rinduku akan pujaan hati.

Alampun menyenandungkan melodi penghibur
Terasa hangat untuk jiwa yang merindumu
Wahai cinta jangan biarkan rinduku terkubur
Biarkan aku bersatu dengan kerinduan cintaku..

Jumat, 04 September 2015

Harapan Untuk Bumi Pertiwiku

Masihkah ada secercah harapan
Untuk mereka penghuni jagad khatulistiwa ini?
Terlalu besarkah harapan yang mereka mau?
Atau sudah sirnakah nurani para penguasa jagad ini?
Diam mereka bukan berarti tak mengerti
Hanya tak mampu melawan penyakit akibat keegoisan penguasa bumi pertiwi.
Beratkah nurani kalian untuk jujur?
Sudihkah kalian melihat bumi pertiwi menangis?
  Untuk mereka para jawara di tanah airku..
Dari kami barisan rakyat terisolir...