Jumat, 14 Agustus 2015

Untuk Yang Terbuang

Aku adalah sampah yang terbuang jauh dari keindahannya.

Aku adalah sampah yang berharap kan ada yang memungutnya dan membawanya pulang untuk di jadikan sebuah bungkusan yang akan mengindahkan luar dan isinya..

Aku adalah sampah yang beradu dengan kerasnya sekitar hidupku dengan membawa sebuah harapan yang kosong..

Aku adalah sampah yang tak pernah tersentuh akan hangatnya dunia..

Aku adalah sampah yang hanya berpegang pada 1 keyakinan akan ada hari esok untuk dilalui.

Aku adalah sampah yang selalu membawa harapan akan ada yang melihat keindahan didalamnya walau hanya sebuah titik kecil...

Kisahku dan Tuhan ku

Janjiku,, pelanggaranku
Sumpahku,, pengingkaranku
Dosaku,, kesalahanku.

Nafas-Mu Engkau hembuskan
Dalam tubuh ciptaan-Mu
Harapan-Mu akan diriku terbesar..

Dunia merampasku dari-Mu
Terlena aku dalam kenikmatannya
Sesal-Mu akan diriku besar
Jalanku tak seiring jalan-Mu...

Engkau risau, kecewa akan aku,
Air mata-Mu tak terbendung
Dalam kesedihan-Mu
Penuh sabar menanti kepulanganku..

Wahai ciptaan-Ku.!! Siapa engkau? Kembalikan milikku..

Untuk Tawoaliku

Hitam, sehitam pasir pantaiku
Sejuk, sesejuk aroma pegununganku
Di bawah lembah aku terbungkus terapit rapat dalam keheningan.

Isi ku penuh ketenangan
Kegembiraan menyelimuti jiwaku
Suka dan duka menjadi sejarah menghantarkan aku pada kisah yang jernih, sejernih lautku..

Sungaiku luapan hati sang Maha Pencipta
Generasiku tulang punggungku
Harapan terbesarku kutaruh di pundak mereka...

Wahai Generasiku! bangunlah dari lelapnya tidur duniamu
Juangkanlah asahku yang tertunda
Raihlah impian setinggi bukit yang mengapitku....

KEMARAUKU

Kemarau itu yang ingin kuceritakan,
Kemarau itu yang ingin ku bagikan,
Panas teriknya matahariku ingin ku lenyapkan,
Kuhilangankan semua titik didih dalam batinku..

Jiwa dan batin seakan beradu dengan kerasnya,
Melukiskan kepahitan hidup yang tersimpan rapi dalam bungkusan kisah sedih,
Tak semua ingin tahu akan panasnya kemarauku,
Tak semua peduli akan teriknya kemarauku.

Hari ini, esok dan seterusnya aku tetaplah kemarau yang berkepanjangan dengan sebaris kisah sedih akan panas teriknya kemarauku.

Ketulusan Hati

Kerendahan hatilah yang membawa sebuah perjuangan untuk mencapai impian, meski terkadang ada banyak tekanan yang dihadapi.

Kejujuran hati pulalah yang di butuhkan untuk memberikan nilai positif ketika sebuah kepercayaan dan tanggung jawab besar yang dipercayakan..
Dengan memegang teguh prinsip sebuah ketulusan hati untuk tetap melayani dan memberikan yang terbaik untuk mendapatkan prestasi yang gemilang dan membanggakan orang orang di sekitar terlebih kepada Yang Maha Pengasih dan Penyayang.

Selasa, 11 Agustus 2015

Untuk 1 Hal

Sempatkan waktu untuk tetap tersenyum dan berbagi setiap kebaikan yang ada dalam diri kita sehingga rasa kepedulian dalam diri kita akan terasa hangat dalam lingkungan hidup kita, baik itu dalam keluarga, dan lingkungan pekerjaan kita.
             By : Pengagum Kesempurnaan

Senin, 10 Agustus 2015

Cerita Masa Lalu

Ada cerita tentang masa lalu yang kelam, tentang kisah indah yang terukir di relung hati dan merasuk dalam jiwa yang semu

Ada harapan ketika aku ingin menulis masa lalu itu dan menceritakannya dalam kisah indah dan berbagi dengan orang-orang disekitar

Berharap masa itu akan pergi dan meninggalkan jejak di antara seribu langkah yang tertatih menanti masa depan yang gemilang untuk mengukir sejarah sebagai selembar kertas putih yang sudah terisi dengan cerita bahagia akan masa hidup.

Kedamaian Hati

Aku ingin berlayar jauh meninggalkan segala keresahan hati
Aku ingin berlayar jauh melupakan semua kerisauan hati

Menempatkan semua dalam satu tujuan untuk memulai kehidupan baru
Harapan akan hari esok akan lebih cerah dari hari ini

Bermimpi akan cinta yang mampu kutaklukkan dengan segudang rasa rindu akan kedamaian dalam relung hati.

Minggu, 09 Agustus 2015

KELUHAN HATI

Harusnya kisah hidupku adalah keindahan dari sang Maha Pencipta.
Bahkan seharusnya aku mengukir kisah indah dalam perjalanan hidupku, namun aku tak sempurna tak mampu dan tak tau harus memulainya darimana, bersama siapa?

Aku merasa bagaikan sampah diantara jutaan keindahan, sampah yang butuh didaur ulang untuk mengalami pembaruan sehingga akan terlihat indah.

Ingin rasanya aku berbagi kisah hidup ini, namun aku tak tahu harus dengan siapa. Rasa sakit, rasa iri, rasa kecewa, rasa benci menghancurkan hidupku, hingga aku tak mampu bangkit dari kekalahan ini.

Kepada Sang Maha Pencipta aku bermohon jangan palingkan mata dan telinga, lihat dan dengarlah kisah hidupku ini..
      Dari sang pemburu kesempurnaan.

Sabtu, 08 Agustus 2015

Kepada-Mu Aku Bersujud

Ketika aku bersujud, ketika itu pula aku teringat akan kehidupan masa lalu yang ku jalani hingga saat ini, aku sadar aku tak berarti apa-apa, namun Engkau Tuhan selalu melihat bahkan selalu memelihara hidupku.. aku takut, tak sepatah katapun yang dapat ku ungkapkan,, hanya penyesalan akan pemberontakan-pemberontakan yang selalu dilakukan. Tak tahu harus berbuat apa... hanya doa dan sujud sembah berharap Engkau mau mengampuni segala pemberontakan yang selalu kulakukan dalam perjalanan hidupku.
Terima kasih ketika Engkau masih menghendaki dan memberikan kesempatan untukku menikmati nafas kehidupan yang Engkau berikan bagiku tanpa menghitung kesalahan yang selalu kulakukan kepada-Mu. Terima kasih Yesus.

Rabu, 05 Agustus 2015

Latar Belakang Penulis

Nama : Harry Victor Saikat
Alamat sekarang : Tawoali. Kec. Manganitu. Kab. Sangihe.
Provinsi Sulawesi Utara.
Email : hvicsa@gmail.com

Saat ini bekerja di Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna, sebagai salah satu crew di kapal latih milik Politeknik Negeri Nusa Utara Tahuna (KM PolNustar 02).

Pendidikan terakhir : D3 (lulusan Politeknik Negeri Nusa Utara. Angk. 2010).

"Apapun keadaan saat ini, tetaplah bersyukur sebab apa yang terjadi pada esoknya tidak ada yang tahu."

Salam dari penulis...